10 Gejala & Tanda Yang Perlu Diwaspadai Sebelum Terlambat

Sebenarnya gejala-gejala tubuh yang terjadi pada keseharian kita itu menunjukan sesuatu yang biasa aja atau sesuatu yang penting untuk diketahui sebelumnya? Nah bingung kan, hehe mendingan baca deh tulisan ini, dikirim oleh Indri, salah satu teman pembaca blog kita. Keren banget dan sangat bermanfaat untuk pegangan sehari-hari.

“Ancaman Obesitas Di Segala Usia”

Sepertinya, makin hari makin banyak saja orang Indonesia yang menderita kegemukan. Penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) tahun 2004, diketahui sebanyak 20,18% dari penduduk dewasa (25 tahun ke atas) di Indonesia menderita obesitas, dan lebih dari setengahnya (11,02 %) adalah kaum wanita.

USIA 20-an
Stres akibat beban kerja menumpuk juga bisa membuat seseorang terpicu untuk menyantap makanan berkalori tinggi dalam jumlah berlebihan. Bahkan, tingkat kesibukan yang tinggi juga kerap membuat orang terpaksa mengisi perut dengan camilan tak sehat atau makanan cepat saji yang berkalori tinggi. “Selain itu, aktivitas fisik wanita bekerja biasanya juga akan menurun dibanding saat masih sekolah atau kuliah. Terutama mereka yang bekerja di belakang meja,” ujar dr. Fiastuti Witjaksono, M.S.SpGK, dari RS MMC Jakarta.

Mereka yang memiliki kelebihan berat badan di usia ini, berisiko besar menderita penyakit diabetes, yang timbul karena adanya penumpukan lemak pada dinding-dinding sel sehingga menutupi pintu sel. Akibatnya, kerja hormon insulin dalam tubuh yang berfungsi sebagai pembuka pintu sel, jadi terhambat.

USIA 30-an
“Kalau kita hamil, bukan berarti jumlah makanan yang masuk harus dua kali lipat. Yang benar, kita hanya perlu menambah asupan makanan sekitar 300 kalori saja dari biasanya. Itu pun hanya pada usia kehamilan trimester terakhir. Jadi, yang penting bukan kuantitasnya, tapi kualitasnya. Hal yang sama juga harus diterapkan pada masa menyusui,” jelas dr. Fiastuti.

Akibat pola makan yang berlebihan di masa kehamilan dan menyusui, tak heran bila Anda nantinya akan kesulitan untuk mencapai berat badan normal kembali. Selain itu, jika tidak menjaga berat badan pada masa kehamilan, kemungkinan seorang wanita terkena diabetes akan meningkat. Wanita yang memiliki diabetes gestational (diabetes yang didapat saat kehamilan), akan lebih besar kemungkinannya terkena diabetes tipe 2 (non-insulin dependent diabetes mellitus/NIDDM) di kemudian hari.

USIA 40-an
Di rentang usia ini, wanita sudah mulai kehilangan massa otot dibanding masa-masa sebelumnya. Hilangnya massa otot itu kemudian akan tergantikan oleh massa lemak. Tak heran bila berat badan pun meningkat. Selain itu, upaya menurunkan berat badan di usia ini jauh lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Misalnya, jika di umur 20-an atau 30-an kita bisa membakar 1.000 kalori hanya dengan berlari selama setengah jam, hal yang sama tidak bisa lagi terjadi di saat usia kita sudah mencapai 40 tahunan. Hal ini berkaitan dengan Basal Metabolic Rate (BMR) atau kebutuhan energi basal seseorang. “Makin tua usia seseorang, maka BMR-nya juga akan makin rendah,” ujar dr. Fiastuti.

Dengan kata lain, makin tua seseorang maka kemampuan tubuhnya bermetabolisme untuk menghasilkan energi juga akan makin rendah. Ini berkaitan dengan massa otot (sebagai bahan bakar metabolisme), yang makin berkurang seiring dengan meningkatnya usia.

USIA 50-an
Menginjak usia 50 tahun, sebagian besar wanita sudah mulai menginjak masa menopause. Kegemukan sering terjadi karena mereka mulai meninggalkan kegiatan-kegiatan yang banyak menguras tenaga. Perubahan hormon juga makin drastis, khususnya menyangkut penurunan tajam produksi hormon estrogen, yang membuat wanita menjadi lebih rentan terhadap bahaya lemak. Hormon estrogen pada wanita memiliki peran penting dalam memperlambat proses atherosclerosis (penumpukan plak, salah satunya lemak, dalam pembuluh darah). Tak heran bila ancaman penyakit jantung koroner pun makin tinggi.

Sumber : Internet

 


 

KUHAP Tidak Mengenal Putusan Bebas Murni

Oleh : Drs. M. Sofyan Lubis, SH.

Pasal 244 Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berbunyi, “Terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain selain daripada Mahkamah Agung, terdakwa atau penuntut umum dapat mengajukan permintaan pemeriksaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas”.

Pasal 244 KUHAP ini adalah satu-satunya landasan hukum untuk melakukan upaya hukum kasasi di dalam perkara pidana, dan seperti kita ketahui jika disimak di dalam pasal tersebut kata demi kata tidak ada kata-kata yang menerangkan putusan ‘bebas murni’ atau ‘putusan bebas tidak murni’.

Bahwa memang semua putusan Pengadilan, khususnya dalam peradilan pidana terhadap pihak-pihak yang tidak puas dapat dilakukan upaya hukum, baik itu upaya hukum biasa berupa Banding dan Kasasi, maupun upaya hukum luar biasa berupa peninjauan kembali (herziening) sebagaimana diatur di dalam Bab XVII dan Bab XVIII UU No.8 tahun 1981 tentang KUHAP.

Namun khusus untuk putusan bebas dalam pengertian “Bebas Murni” yang telah diputuskan oleh judexfactie sesungguhnya tidak dapat dilakukan upaya hukum, baik upaya hukum biasa maupun upaya hukum luar biasa. Ketentuan ini ditegaskan di dalam pasal 244 KUHAP sebagaimana dikutip di atas.

Namun dalam praktiknya Jaksa/Penuntut Umum selalu tidak mengindahkan ketentuan ini, hampir semua putusan bebas (bebas murni) oleh Penuntut Umum tetap dimajukan kasasi. Jika dicermati sebenarnya di dalam pasal 244 KUHAP tidak membedakan apakan putusan bebas tersebut murni atau tidak, yang ada hanya “Putusan Bebas”. Tapi dalam praktiknya telah dilakukan dikotomi, yaitu putusan bebas murni atau bebas tidak murni, entah dari mana dan siapa yang melakukan dikotomi per istilah an tersebut.  Yang jelas Penuntut Umum beranggapan putusan yang ‘bebas tidak murni’ dapat dilakukan upaya hukum kasasi.

Adapun tentang alasan Jaksa/Penuntut Umum yang tetap mengajukan kasasi terhadap putusan bebas murni selalu mengambil berdalih, antara lain :

1) Pengadilan Negeri atau Pengadilan Tinggi (Judexfactie) telah salah menerapkan hukum pembuktian sebagaimana dimaksud dalam pasal 185 ayat (3) dan ayat (6) KUHAP ;

2) Cara mengadili yang dilakukan Judexfactie tidak dilaksanakan menurut ketentuan Undang-undang ;

3) Putusan Judexfactie bukan merupakan putusan bebas murni (vrijspraak), melainkan putusan “bebas tidak murni”.

Sedangkan dalil hukum yang digunakan Jaksa/Penuntut Umum dalam memajukan kasasi terhadap putusan bebas adalah selalu sama yaitu mengacu pada Keputusan Menteri Kehakiman RI No.M.14-PW.07.03 tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983 tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan KUHAP (TPP KUHAP) yang di dalam butir ke-19 TPP KUHAP tersebut ada menerangkan, “ Terdahadap putusan bebas tidak dapat dimintakan banding; tetapi berdasarkan situasi dan kondisi, demi hukum, keadilan dan kebenaran, terhadap putusan bebas dapat dimintakan kasasi. Hal ini didasarkan yurisprudensi ”.

Intinya TPP KUHAP ini menegaskan perlunya Yurisprudensi yang dijadikan rujukan atau referensi untuk mengajukan kasasi terhadap putusan bebas. Jadi kalau dipertanyakan apa kriteria TPP KUHAP terhadap kalimat  “.. berdasarkan situasi dan kondisi, demi hukum, keadilan dan kebenaran, terhadap putusan bebas dapat dimintakan kasasi.”  TPP KUHAP tidak memberikan kriteria yang tegas selain hanya berdasarkan penafsiran sepihak dari Jaksa/Penuntut Umum. Padahal kita sangat tahu betul bahwa TPP KUHAP adalah merupakan Keputusan Menteri Kehakiman RI No.M.14-PW.07.03 tahun 1983 tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan KUHAP (TPP KUHAP) dan Keputusan Menteri Kehakiman ini derajadnya jauh di bawah Undang-undang, dalam hal ini adalah UU No.8 tahun 1981 tentang KUHAP yang merupakan produk Legislatif dan eksekutif. Sehingga TPP KUHAP yang berkaitan tentang itu isinya bertentangan dengan KUHAP itu sendiri, sehingga upaya hukum yang dilakukan oleh Penuntut Umum terhadap putusan bebas adalah cacat hukum dan tidak boleh ditoleransi.

Secara hukum dapat dipastikan TPP KUHAP dan Yurisprudensi tidak cukup kuat atau tidak dapat lagi dijadikan dalil hukum bagi Jaksa/Penuntut Umum untuk melakukan kasasi terhadap putusan bebas sebagaimana dimaksud di dalam pasal 244 KUHAP tersebut, karena TPP KUHAP yang merupakan produk Keputusan Menteri Kehakiman dan Putusan Hakim yang berkekuatan hukum tetap yang telah menjadi yurisprudensi  sejak tahun 2000 bukan merupakan sumber tertib hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam TAP MPR RI No. III tahun 2000 telah menetapkan Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan sebagai Sumber Tertib Hukum yang berlaku di Indonesia, yaitu : 1) UUD 1945 ; 2) Ketetapan MPR RI ; 3) Undang-undang ; 4).Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (perpu) ; 5).Peraturan Pemerintah ; 6) Keputusan Presiden yang Bersifat Mengatur ; dan 7). Peradturan daerah ;.

Yurisprudensi dalam putusan bebas tidak dapat dijadikan dalil hukum oleh Jaksa/Penuntut Umum, apalagi jika mengingat banyaknya Hakim di dalam memutuskan suatu perkara menganut asas “opportunity” yang pada gilirannya mengakibatkan tidak tegasnya apakah yurisprudensi dapat menjadi sumber hukum atau tidak. Dimana hal ini terjadi dikarenakan di satu sisi mereka (Hakim) dalam memutus perkara mengikuti aliran Legisme, dengan alasan tidak boleh menyimpang dari apa yang diatur oleh Undang-undang, namun di lain sisi mereka mengikuti Aliran “Rechtsvinding” dengan alasan menyelaraskan Undang-undang dengan tuntutan zaman. Bahkan tidak jarang terjadi di dalam praktiknya asas “opportunity” melahirkan kecenderungan didasarkan pada kepentingan pribadi dari Hakim yang bersangkutan, sehingga sudah saatnya kedudukan “Yurisprudensi” harus ditertibkan kepada tujuannya semula yaitu, Yurisprudensi hanya dapat dijadikan referensi dan berguna untuk mengisi kekosongan hukum ketika dalam suatu perkara atau upaya hukum belum ada aturan hukum atau Peraturan perundang-undangan yang secara tegas mengaturnya.

Tegasnya dalil hukum yang dijadikan dasar oleh penuntut umum untuk selalu memajukan kasasi terhadap “putusan bebas”, di samping bertentang dengan TAP MPR RI No.III tahun 2000 tentang Tertib Hukum yang berlaku di Indonesia, juga bertentang dengan Asas Hukum Universal yaitu, Lex superior derogat legi lex inferiori (asas yang menegaskan bahwa hukum yang lebih tinggi kedudukannya mengesampingkan hukum yang lebih rendah kududukannya )

“Mengapa Serangan Vertigo Muncul dan Solusi Tanpa Operasi”

Anda sering pingsan atau kehilangan keseimbangan? Mungkin, Anda terserang vertigo. Meski tidak mematikan, vertigo bisa jadi merupakan gejala penyakit-penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, tumor, dan stroke. Bahkan, bisa memicu kecelakaan fatal saat serangan muncul mendadak.

Vertigo terjadi ketika seseorang merasa diri atau lingkungan sekitarnya bergerak atau berputar. Bahkan sering kali disertai rasa mual yang hebat dan muntah.

Dr M Kurniawan, Sps, spesialis saraf Rumah Sakit Asri, mengatakan bahwa vertigo umumnya menimpa orang tua. “Angka kejadian vertigo akan terus meningkat pada usia lanjut. Tercatat, angka kejadian vertigo di usia 40 tahun adalah 40 persen,” ujarnya saat peresmian Klinik Terpadu Vertigo RS Asri.

Pada usia lanjut, vertigo kerap terjadi karena munculnya gangguan pada pembuluh darah ke otak, kelainan di organ dalam telinga, dan kelainan saraf. Meski lazim terjadi pada usia lanjut, bukan berarti anak muda tidak mungkin mengalaminya. “Biasanya, vertigo pada orang muda terjadi karena adanya trauma atau pernah terbentur,” ia menambahkan.

Vertigo juga cenderung menyerang wanita daripada pria. “Menurut penelitian tahun 1956, angka kejadian pada wanita 48 persen, sedangkan pada pria 37 persen,” ujar Dr Jenny Bashiruddin, PhD, spesialis THT RS Asri dan Head of Neurology Sub Division ENT Department Medical Faculty UI.

Terdapat dua jenis vertigo, yakni vertigo yang berasal dari bagian peripheral atau telinga bagian dalam dan bagian central atau otak. Namun, mayoritas terjadi pada bagian peripheral, yakni vertigo debris.

Vertigo debris muncul akibat endapan kristal batu (debris) yang terbentuk dari kalsium karbonat pada salah satu kanal dalam alat keseimbangan (utrikulus). Secara alami, debris terbentuk dari zat-zat gelatin dalam alat keseimbangan. Namun, karena berat jenis melebihi cairan di dalam utrikulus (endolymph), debris dapat berpindah tempat dan mengendap pada salah satu kanal di sekitar alat keseimbangan.

Lalu, bagaimana vertigo terjadi? Alat keseimbangan manusia bersifat dinamis sehingga sangat mudah terangsang oleh gerakan kepala. Bila kita memutarkan kepala, cairan endolymph akan ikut bergerak merangsang alat keseimbangan untuk beradaptasi.

“Bila terdapat endapan dan debris, maka cairan endolymph akan mengalami gaya dorong yang lebih besar dan merangsang alat keseimbangan dengan daya rangsang yang lebih besar. Sehingga orang yang mengalami vertigo akan merasa seperti berputar,” ujar dr Entjep Hadjar, Sp THT-KL.

Solusi Tanpa Operasi
Dulu, solusi untuk mengatasinya adalah dengan operasi pengeluaran debris. Namun ternyata, banyak terjadi komplikasi lantaran utrikulus berada dalam tulang yang paling keras di dalam tubuh manusia.

Dalam perkembangannya, ditemukan cara non bedah yang lebih praktis akibat ketidaksengajaan seorang penderita berkebangsaan Prancis yang hendak berobat ke dokternya di Inggris.

Sang penderita mengalami vertigo yang luar biasa sehingga ia memutuskan untuk pergi ke Inggris untuk berobat dengan menggunakan kapal ferry meskipun ia tidak dapat tempat duduk. Ia pun terpaksa duduk di bawah dengan menyandarkan kepalanya pada mesin kapal.

Sesampainya di pelabuhan London, tiba-tiba vertigo yang selama ini ia rasakan hilang begitu saja. Penasaran, ia menceritakannya ke dokter. Dari cerita tersebut, dokter menganalisa dan mengambil kesimpulan bahwa getaran mesin kapal yang diterima oleh penderita mampu memecahkan debris pada alat keseimbangnya.

Dari latar belakang tersebut, dokter mengembangkan metode pengobatan bernama Hallpike Manouver yang terdiri dari dua cara yakni menghancurkan dan melepaskan endapan debris dengan menggunakan
vibrator, lalu penderita akan diminta untuk melakukan posisi kepala tertentu untuk menggiring pecahan batu kembali ke utrikulus yang disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT).

“Metode ini 87 persen mampu menyembuhkan pasien dalam dua kali pertemuan. Setelahnya, pasien dianjurkan untuk melakukan olahraga keseimbangan, dan tidur dengan bantal yang tinggi. Jika olahraga
tersebut dilakukan rutin, vertigo tidak akan kambuh,” ujarnya.

Karena vertigo debris hanya salah satu jenis dari vertigo, diagnosa dokter sangat diperlukan untuk mengetahui jenis vertigo yang terjadi. Tak hanya itu, diagnosa dokter juga penting untuk mengetahui lebih lanjut penyakit yang sebenarnya terjadi mengingat vertigo hanya sebuah gejala.

Tak heran jika, pengobatan vertigo harus dilakukan secara terpadu melalui THT, saraf, dan penyakit dalam. Tidak hanya pada satu bidang pengobatan. Sayangnya, tak semua rumah sakit memberikan pelayanan terpadu sehingga pasien sering kali dibingungkan dengan penyakit yang tak kunjung sembuh.

Karenanya, jika Anda memiliki gejala vertigo, jadilah pasien pintar dengan meminta layanan pemeriksaan terpadu secara keseluruhan agar penyakit dapat lebih mudah diatasi, biaya pengobatan pun tidak akan
membengkak.

sumber: VIVAnews

“10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah”

Anda penderita Diabetes? Jika kadar gula darah Anda bermasalah, tak ada salahnya mencoba 10 bahan berikut yang membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitifitas insulin, menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol, dan beberapa manfaat lain.

1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 – 250 miligram per hari. Nama Hindi tumbuhan ini berarti ‘penghancur gula’, dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.

2. Pare
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 50 – 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari. Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.

3. Magnesium
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 250 – 350 miligram per hari. Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.

4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus)
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari. Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.

5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)
Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf
Dosis umum: 270 – 540 milligrams sekali per hari. Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes

6. Chromium (Krom)
Fungsi utama: Menurunkan kadar gula
Dosis umum: 200 mikrogram per hari.

Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.

7. Bilberry
Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf
Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari. Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)
Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah
Dosis umum: 600-800 miligram per hari.
Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.

9. Fenugreek
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari. Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.

10. Ginseng
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari. Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen.

Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat! (kpl/wiedy/rit)

sumber: www.litbang.depkes.go.id

CARA MENGOBATI TEKANAN DARAH TINGGI | DARAH TINGGI DAN OBATNYA | ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI

Definisi Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi artinya tensi atau tekanan darahnya berlebihan atau tidak normal. Hipertensi sebenarnya merupakan akibat dari kerja keras jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jika saluran darah pada jaringan seluruh tubuh sudah mengalami penebalan dan pengurangan elastisitas, tubuh akan berupaya menaikkan tekanan jantung agar distribusi darah dapat berlangsung normal. Namun, keadaan ini akan menyebabkan jantung menjadi cepat lelah dan rusak, sehingga fungsinya akan menurun.

Hipertensi menurut medis cenderung pula diakibatkan karena keturunan. Tekanan darah tinggi sangat berkaitan dengan penyakit jantung. Penyakit ini juga sering mengakibatkan stroke (kelumpuhan), bahkan menduduki angka tinggi penyebab kematian.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Terdapat beberapa faktor tenyebab tekanan darah tinggi antara lain :
1. Kelebihan berat badan.
2. Kurang berolahraga.
3. Sering merasa cemas.
4. Mengkonsumsi makanan yang berkadar garam tinggi.
5. Mengkonsumsi makanan berlemak tinggi.
6. Terlalu banyak minum alkohol.
7. Merokok.

 

Ciri-ciri dan Gejala Tekanan Darah Tinggi

Beberapa ciri hipertensi dan gejala tekanan darah tinggi sebagai berikut :
1. Saat bangun tidur, kepala bagian belakang terasa sakit.
2. Pelupa dan sulit konsentrasi.
3. Mudah marah.
4. Susah tidur.
5. Cepat letih dan lesu.
6. Terkadang sulit buang air.

Cara Mengatasi dan Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

1. Lakukan Olah Raga
Upayakan olah raga ringan rutin di pagi hari selama 30 menit saja. Olah raga ringan yang bisa Anda lakukan adalah jogging, jalan kaki, bersepeda santai, berenang, senam, atau aerobik. Jalani olah raga ringan ini dengan hati yang gembira dan banyak tersenyum.

2. Makan Makanan Yang Mengandung Kalium
Untuk dapat menurunkan tekanan darah tinggi , Anda juga bisa melakukan diet yaitu dengan memakan makanan yang mengandung Kalium, karena Kalium bermanfaat bagi tubuh untuk menekan kandungan garam yang kita makan dari makanan yang kita konsumsi. Usahakan untuk sering memakan buah pisang (mengandung 422 mg Kalium), kentang panggang dengan kulit (mengandung 738 mg Kalium ), Jus buah jeruk (mengandung 496 mg Kalium per gelas, Yougurt (mengandung 531 mg kalium per botol ).

3. Kurangi Penggunaan Garam Berlebih Pada Makanan
Jika Anda membeli makanan kemasan di supermarket, coba dilihat kandungan di natrium yang tertulis di kemasan. Perlu diketahui bahwa penderita hipertensi batas asupan garam yang direkomendasikan adalah 1500 mg per hari. Kenapa kita harus tetap mengkonsumsi garam? Karena garam mengandung Natrium yang diperlukan oleh tubuh kita.

4 . Jangan Merokok
Sebenarnya anjuran untuk tidak merokok berlaku untuk semua orang baik yang sehat, apalagi yang sakit. Perlu diketahui bahwa perokok lebih beresiko tinggi mengidap penyakit hipertensi daripada orang yang tidak merokok. Jika Anda mengidap penyakit hipertensi dan masih sering merokok, usahakan berhenti merokok sama sekali karena dengan tidak merokok dapat menurunkan tekanan darah Anda.

5. Jaga Berat Badan Ideal
Penelitian medis menunjukkan bahwa dengan menjaga berat badan ideal maka kerja jantung akan normal dan bisa menekan tekanan darah tinggi Anda. Akan tetapi sebaliknya, jika Anda mengalamiobesitas atau kelebihan berat badan maka hal ini akan membuat kerja jantung Anda menjadi lebih berat karena banyak lemak menumpuk di saluran pembuluh darah Anda. Oleh karena itu, jagalah tubuh supaya tetap langsing.

6. Jangan Minum Atau Makanan Yang Mengandung Alkohol
Hindari minuman dan makanan yang yang mengandung alkohol, contohnya : minuman bir, tape, shake. Karena mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko penyakit hipertensi.

7. Lakukan Relaksasi Untuk Menghindari Stress
Untuk menghindari stress maka Anda perlu melakukan relaksasi . Adapun cara relaksasi yang diajurkan adalah berdoa dan selalu ingat kepada Allah, senam jasmani, senam yoga, jalan di pagi hari, Olah raga pernapasan, dan meditasi. Jika Anda bisa menjalankan program relaksasi tersebut maka dapat membantu mengendalikan detak jantung Anda sehingga bisa mengurangi tekanan darah Anda.

8. Hindari Minuman Kopi Atau Minuman Yang Mengandung Kafein
Bagi orang yang sehat saja, terlalu banyak minum kopi adalah hal yang tidak baik bagi kesehatan, apalagi bagi penderita hipertensi. Karena kandungan kafein dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

9. Perbanyak Minum Air Segar
Dengan mengkonsumsi air putih sebanyak 2.5 liter setiap hari, maka dapat meningkatkan kebugaran tubuh kita. Ingatlah, bahwa organ tubuh tersusun dari rangakaian sel yang membentuk jaringan, dan air adalah salah satu unsur terbanyak dan terpenting dalam pembentukan dan perkembangan sel.

 

Makanan dan Buah Penurun Tekanan Darah Tinggi

Buah Mengkudu
Buah mengkudu ukuran sedang yang sudah cukup tua di cuci bersih, di iris-iris atau di parut, kemudian diperas airnya. Air perasan di minum sekaligus, 2 sampai 3 kali sehari.

Buah Belimbing
Buah belimbing yang besarnya sedang dan kondisinya agak matang. Buah belimbing diparut, kemudian diperas airnya sebanyak 1 (satu) gelas. Minumlah pagi dan sore selama 1 (satu) bulan.

Akar Pohon Pepaya
Akar pohon pepaya yang tinggi pohonnya 1(satu)meter. Cuci bersih akar tersebut dengan 1 (satu) liter air hingga mendidih dan tersisa 0,25 bagian air. Minum air rebusan tadi selagi masih hangat pagi dan sore. Akar pepaya ini dapat digunakan untuk maksimal 7 (tujuh) kali rebusan.

 

Dari berbagai sumber di : Internet