5 Faktor Utama Terjadinya Perceraian

Tingginya angka perceraian yang terjadi di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir ini sangat mengesankan bahwa lembaga perkawinan begitu rapuh dan ringkih. Sulit dibayangkan begitu mudahnya pasangan usia subur menjalin asmara dan tanpa harus menunggu lama mereka langsung masuk kejenjang pernikahan, baik secara Islan maupun yang Non Islam.

Kisah cinta yang instan telah begitu membudaya bagi remaja pasangan usia subur di Indonesia, dan mudahnya mereka jatuh cinta dan merencanakan pernikahannya tanpa ada persiapan yang matang secara  lahir-batin boleh jadi penyebab utama patah ditengahnya kehidupan rumah-tangga yang telah dibangun.

Lalu apa saja faktor penyebab timbul nya perceraian?

dibawah ini ada 5 faktor utama yang sering kali terjadi sebagai penyebab terjadinya perceraian, yaitu :

1. Kesetian dan Kepercayaan : Didalam hal ini yang sering kali menjadi pasangan rumah tangga bercerai, dalam hal ini baik pria ataupun wanita sering kali mengabaikan peranan kesetiaan dan kepercayaan yang diberikan pada tiap pasangan, hingga timbul sebuah perselingkuhan.

2. Seks : Didalam melakukan hubungan seks dengan pasangan kerap kali pasangan mengalami tidak puas dalam bersetubuh dengan pasangannya, sehingga menimbulkan kejenuhan tiap melakukan hal tersebut, dan tentunya anda harus mensiasati bagaimana pasangan anda mendapatkan kepuasan setiap melakukan hubungan seks.

3 Ekonomi : Tingkat kebutuhan ekonomi di jaman sekarang ini memaksa kedua pasangan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga seringkali perbedaan dalam pendapatan atau gaji membuat tiap pasangan berselisih, terlebih apabila sang suami yang tidak memiliki pekerjaan.

4. Pernikahan Tidak Dilandasi rasa Cinta : Untuk kasus yang satu ini biasanya terjadi karna faktor tuntutan orang tua yang mengharuskan anaknya menikah dengan pasangan yang sudah ditentukan, sehingga setelah menjalani bahtera rumah tangga sering kali pasangan tersebut tidak mengalami kecocokan.

5. Salah satunya atau kedua-duanya tergoda adanya Pria Idaman Lain (PIL) atau Wanita Idaman Lain (WIL), sehingga secara psikologis dan prilaku mengundang kejanggalan dan kecurigaan dari pasangan suami isteri ;

 

( OleH : Sutan Suwarno, SE., SH )